Showing posts with label My Side. Show all posts
Showing posts with label My Side. Show all posts

October 19, 2017

9 Penyebab Rasa Lapar

Saya selalu merasa lapar, lapar dalam artian sebenarnya. Entah mengapa. Perut semakin melar karena sering makan. Walaupun prinsip "Tena Battang Kekke" (tidak ada perut robek (karena kelebihan makan)), saya risih juga jadinya dan berusaha keras mengurangi makan.

Meskipun tidak ada aturan baku mengenai kapan seseorang harus merasa lapar dan tidak, namun sangat wajar apabila manusia yang bernyawa merasa lapar setiap tiga sampai empat jam sekali. Namun, saya menemukan diri saya merasa lapar lebih sering dari waktu tersebut, berikut ini adalah sembilan alasan paling potensial yang dapat menjelaskan mengapa perut saya terus menerus merasa lapar sepanjang waktu.

July 9, 2014

Drama 9 Juli

Partai semifinal piala dunia berjalan timpang. Brasil sebagai tuan rumah tak mampu meladeni permainan timnas Jerman. Tidak adanya motor serangan, Neymar, dan batu karang pertahanan, Thiago Silva membuat timnas Brasil diajari main bola oleh Jerman. Biadabnya, peraih trofi terbanyak piala dunia ini dihajar 1-7, itupun satu gol sepertinya dibiarkan saja terjadi. Saya yakin inilah momen terburuk sepakbola Brasil. Sepertinya lebih enak tidak lolos kualifikasi daripada dipermalukan begini. Sedari dulu saya memilih Belanda, semoga bersua Jerman di final.

***

Pemilihan presiden berlangsung hari ini. Semangat para pendukung kebablasan hingga sering muncul kampanye hitam dan negatif terutama di dunia maya. Paling anyar, hasil piala dunia dicocok-cocokkan dengan hasil pilpres nanti. 7OKOW1, bulan 7 nomor 1 menang, atau J kalahkan B. Saya gerah, semoga siang ini cepat berlalu. Saya memilih menjadi swingvoters abadi. Tidak memilih adalah pilihan juga, bukan? Siapapun yang terpilih akan kita dukung dengan kritik yang membangun.

***

Khalila, anak kami sudah bisa berdiri sendiri selama 5 detik. Giginya sudah 4 biji, 2 dibawah, 2 diatas. Hari ini dia berulang bulan ke-10. Ganti susu lagi karena dia tak mau makan, dengan susu yang mengenyangkan. Dia semakin aktif bergerak. Sehat dan makin pintar nak yah... Oh iya, Khalila ikut ke TPS menemani bunda mencoblos. Konon coblosan bunda berbeda dengan pilihan ayah.

Makassar, Rabu 9 Juli 2014, 11:11

June 19, 2014

9 Bulan Khalila



 





Alhamdulillah, kamu terus bertumbuh dengan sehat dan pintar, Nak. Teruslah seperti itu, Ayah-Bunda akan terus menjagamu, mendidikmu, mengasuhmu dengan lindungan Allah Subhanu Wa Ta'aala. Semangat 9 bulan anakku KHALILA TSABITA NINDYARI. Semoga Ayah dapat membuat postingan serupa, esok hari.

March 15, 2013

9 Ponsel yang Pernah Saya Pakai

Telepon genggam, atau telepon seluler (ponsel), atau handphone, atau lebih merakyat disebut hape, adalah alat komunikasi yang sangat penting di era digital sekarang ini. Saya yakin 9 dari 10 orang kembali ke rumah demi mengambil ponsel yang ketinggalan. Saya pun demikian, serasa mati kutu jika tidak memegang ponsel, padahal dulu tidak se tergantung begini dengan ponsel, apalagi dengan kehadiran smartphone. Selain fungsionalitasnya, ponsel juga memegang peranan dalam peningkatan status sosial. Makanya, orang Indonesia khususnya berlomba-lomba memiliki smartphone terbaru demi keeksisannya dalam pergaulan. Satu ponsel tak cukup, mungkin kebanyakan dari Anda mempunyai paling sedikit tiga ponsel, Nomor GSM 1 (Nokia/ Android/ IPhone), nomor GSM 2 (Blackberry/ Android/ IPhone), dan mungkin nomor CDMA. Entahlah, namun saya tiba-tiba terkenang masa lalu, ingin memposting tentang hape-hape yang pernah saya gunakan. Untuk mengenang sejarah penggunaan hape saya, berikut ini saya tampilkan sembilan hape yang pernah saya pakai, khusus ponsel GSM.

1. Nokia 3610

Ponsel pertama yang saya punya, saya beli bekas di toko hape dengan harga Rp 500 ribu sekitar tahun 2004 saat masih kuliah dulu. Ponsel yang sangat sederhana, dengan deringan monophonic, hanya bisa dipakai buat telepon dan sms. Satu angkatan sebelum hape sejuta ummat, Nokia 2100. Saya sering mengutak-atik membuat nada dering monophonic sendiri dengan melihat contekan di tabloid review ponsel. Saya lupa tepatnya kapan saya berhenti menggunakannya, kalau tidak salah ingat, saya menjualnya untuk membeli ponsel lain.


2. Nokia 3110 classic

Ponsel idaman saya saat itu. Beberapa kali saya melihat reviewnya di tabloid ponsel sebelum membulatkan tekad membelinya. Maklum, saya takut salah pilih dan salah beli. Kalau tidak salah ingat, ponsel saya beli baru di MTC, sekitar pertengahan tahun 2007 setelah menjual hape lama. Saya tertarik dengan modelnya yang simetris, warna hitam, dan tampak kokoh. Dengan kamera 1,3 MP, sudah bisa dengar musik berformat MP3, serta rekam dan putar video beresolusi VGA. Saya lupa akhir riwayatnya, tapi ibu memakai ponsel yang serupa hingga saat ini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...