Dalam mengasuh dan mendidik anak, tidak hanya sosok ibu saja yang berperan dominan. Sosok ayah juga bisa menjadi pengasuh dan pendidik yang baik. Dalam kehidupan berkeluarga, sosok ayah tidak hanya mempengaruhi individualitas sang anak, tetapi juga mempengaruhi kemampuan bergaul dan bersikap dalam masyarakat.
Menurut ahli psikologi, ada beberapa kategori tipe ayah yang dapat memberikan dampak utama terhadap anak-anaknya.
1. Tipe Ayah Idealis
Ayah yang bertipe ini memiliki sikap proteksionis yang sangat menginginkan kesempurnaan dari anak-anaknya. Jika anak-anaknya mendapat nilai jelek atau gagal dalam tes, maka biasanya si ayah tak segan memarahi sang anak dengan keras. Tipe ayah yang bom waktu ini selalu mengaitkan segala sesuatunya dengan prestasi mereka, sehingga tak heran jika obrolan di antara mereka tidak pernah jauh dari urusan sekolah atau prestasi.
Anak yang memiliki tipe ayah idealis biasanya merasa kurang aman dan tidak mudah percaya kepada orang lain, terutama dalam pergaulan dan lingkungan tempat ia berkerja kelak karena perasaan dan pikirannya hanya terfokus pada pencapaian diri bukan sosialisasi.
2. Tipe Ayah Pembimbing
Tipe ayah ini, sejatinya adalah tipe ayah yang penuh kehangatan dalam mendidik anak-anaknya. Ia memiliki metode pendekatan dengan cara membimbing anak-anaknya agar mau belajar dan meningkatkan kualitas diri. Ayah tipe pembimbing ini senang sekali bergaul dengan sesame ayah lainnya untuk meningkatkan pergaulannya agar bisa lebih terlibat khsususnya dalam kegiatan anak-anaknya. Para ayah tipe ini juga melek teknologi agar dapat mengikuti zaman yang tujuan akhirnya adalah bisa tetap dekat dengan anak-anak.
3. Tipe Ayah Cuek
Kebanyakan tipe ayah ini tidak begitu peduli terhadap keluarga apalagi kebutuhan anaknya, khususnya kebutuhan psikis. Mereka hanya berinteraksi dengan keluarga pada waktu yang sesuai dengan jadwal atau mood mereka. Jika tidak ada waktu atau sibuk, mereka cenderung tak acuh dan tidak peduli. Kecenderungan ayah tipe ini merasa hanya bertanggung jawab sebagai pencari nafkah atau breadwinner. Para ayah tipe ini enggan memantau perkembangan fisik, mental apalagi emosi anak-anaknya karena menganggap yang paling bertanggung jawab atas semua itu adalah isteri atau ibu anak-anaknya. Ayah yang tak acuh seperti ini sangat mempengaruhi perkembangan anak, mereka menjadi anak yang tidak mengenal kesulitan dan tantangan yang mungkin banyak ditemui di luar rumah.
Ayah tipe ini tidak pernah bertindak dan berreaksi apa-apa kecuali jika
orang lain atau anggota keluarga yang berinisiatif terlebih dahulu untuk
bertanya atau bercerita, baru mereka akan merespon.
4. Tipe Ayah Protektif
Ayah yang bertipe ini cenderung sangat mengayomi anak-anaknya, mereka biasanya lebih protektif kepada anak perempuannya. Jika ibu memarahi si kecil atau tidak mengabulkan permintaan mereka, anak biasanya akan berlari kepada ayah dan akan dibela serta dikabulkan permintaannya dengan mudah dibanding oleh ibu.
5. Tipe Ayah Penurut
Ayah dengan tipe penurut seringkali berbicara, “Tanya dulu kepada bunda”, atau “Nanti jika bunda tidak mengijinkan, bagaimana?”. Tipe ayah penurut sangat patuh kepada peraturan isteri selaku ibu rumah tangga dan biasanya mereka tidak suka dengan keributan. Prinsip mereka lebih baik mengalah dibanding harus bertikai.
6. Tipe Ayah Pemalas
Para ayah bertipe pemalas biasanya sering melontarkan kata, “Ya, nanti dikerjakan”, tetapi tidak dikerjakan sama sekali. Kebanyakn tipe ayah pemalas lebih banyak bergelut dengan tontonan TV dan makanan dibandingkan melakukan sesuatu hal, tidak hanya wanita saja lho, ternyata pria juga ada yang memiliki sifat seperti ini.
7. Tipe Ayah “Raja”
Para ayah dengan tipe ini selalu mendominasi rumah tangga, mereka memerintah di mana segala sesuatunya harus sesuai dengan caranya sendiri tanpa ada kompromi. Di antara semua tipe ayah, tipe ayah “Raja” adalah tipe yang paling sering menuai pertikaian atau masalah dengan anak-anaknya.
8. Tipe Ayah Pebisnis
Sesuai nama tipenya, mereka selalu sibuk dengan urusan bisnis kantornya, jarang sekali memanjakan atau meluangkan waktu bersama keluarga melainkan aktivitasnya tidak jauh dari mengirim email, menerima telp dari mitra bisnis dan pergi menemui client. Para ayah tipe ini biasanya akan menularkan atau menurunkan karakter naluri bisnisnya kepada anak-anaknya, namun demikian mereka juga akan mengajarkan disiplin, sopan santun dan rasa hormat kepada orang lain.
9. Tipe Ayah Baru
Tipe ayah ini tentu saja tidak memiliki pengalaman dalam mengurus dan menghadapi ulah anaknya, si ayah biasanya merasa kikuk dan bingung menghadapi kelakuan anak-anaknya. Namun demikian, ayah tipe ini cepat belajar dan menikmati segala sesuatu yang baru sebelum akhirnya mereka berubah menjadi tipe ayah lainnya setelah merasa lebih berpengalaman.
Itulah beberapa tipe Ayah. Tipe suami atau ayah seperti apakah Anda? Mungkin saja Anda termasuk ke dalam beberapa tipe ayah, tidak hanya memiliki 1 tipe saja. Namun, tentunya akan ada tipe yang paling dominan pada diri Anda sebagai ayah.
Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts
February 5, 2016
June 19, 2014
9 Bulan Khalila
Alhamdulillah, kamu terus bertumbuh dengan sehat dan pintar, Nak. Teruslah seperti itu, Ayah-Bunda akan terus menjagamu, mendidikmu, mengasuhmu dengan lindungan Allah Subhanu Wa Ta'aala. Semangat 9 bulan anakku KHALILA TSABITA NINDYARI. Semoga Ayah dapat membuat postingan serupa, esok hari.
September 23, 2013
9 Fakta Tentang Pelaksanaan Aqiqah
Mendengar kata "Aqiqah", saya langsung membayangkan tiga hal : Makan kambing, kado, dan barzanji. Itulah yang berlaku di masyarakat kita, aqiqah dianggap sebuah kewajiban bagi orang tua untuk anak yang baru dilahirkan, sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta akan lahirnya buah hati. Saya pun mengamini ketiga hal tersebut, hingga akhirnya anak kami lahir dan akan di aqiqah. Karena kekurangan biaya untuk menutupi biaya persalinan dan beberapa kebutuhan lain yang mendesak, aqiqah putri pertama kami rencananya ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hingga akhirnya ayah saya menghubungi kami dan mendesak dilakukannya aqiqah di hari ketujuh kelahiran. Beliau bersedia membiayai seluruh biaya aqiqah. Menurut beliau aqiqah adalah ibadah. Awalnya, beliau menyarankan aqiqah tak perlu ramai-ramai mengundang banyak orang. Aqiqah cukup dengan ritual potong kambing, mencukur rambut, dan memberi nama.
Alhamdulillah aqiqah putri pertama kami telah dilangsungkan pekan lalu. Mungkin banyak orang tua yang "takut" mengaqiqah anaknya karena berbagai hal, salah satunya karena biaya yang tidak sedikit. Namun jangan berkecil hati, berikut ini 9 fakta tentang aqiqah yang saya rangkum dari pengalaman dan hasil pencarian di internet.
1. Asal kata
Aqiqah berasal dari bahasa Arab, yaitu kata ‘Aqq yang berarti memutus dan melubangi. Ada pula yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Selain itu, dikatakan juga bahwa aqiqah adalah rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan.
2. Definisi
Aqiqah berarti menyembelih kambing, memotong rambut, dan memberi nama pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat Allah SWT berupa kelahiran anak tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Seorang anak yang baru lahir tergadaikan oleh akikahnya. Maka disembelihkan kambing untuknya pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama”. (HR. Ashabussunah)
3. Hukum
Hukum Aqiqah adalah sunnah muakkad bagi mereka yang mampu, bahkan sebagian ulama menyatakan wajib. Dan yang disunnahkan adalah orang yang menjadi penanggung nafkah dari bayi tersebut, baik ayah atau kakek atau siapa pun.
Subscribe to:
Posts (Atom)





